
Models Jurnalisme, 13 Maret 2026 — Suasana sore di Lab PPLG SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) terasa berbeda pada Selasa, 10 Maret 2026 lalu. Di saat banyak orang memilih beristirahat menunggu azan Magrib, awak media Models Jurnalisme (Mojoer) justru tampak antusias di depan layar. Mereka sedang sibuk “memberi makan” pikiran dalam sebuah agenda literasi bertajuk “NgabubuRead Produktif”.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya literasi sekaligus memperkuat wawasan jurnalistik para anggota selama bulan Ramadan. Meski Maulana Affandi, S.S. Pimpinan Redaksi Sastrawacana.id hadir sebagai narasumber secara daring melalui platform Google Meet, diskusi tetap mengalir hangat. Para anggota Mojoer terlihat tetap fokus menyimak setiap pemaparan materi, seolah jarak digital tak menjadi penghalang bagi mereka.
Dalam pemaparannya, Kak Maulana juga menyampaikan tiga kata kunci yang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia, yaitu tubuh lapar makanan, pikiran lapar pengetahuan, dan ruh butuh makna.
Menurutnya, setiap jenis kelaparan tersebut memiliki cara pemenuhannya masing-masing. Tubuh yang lapar dipenuhi dengan makanan, pikiran yang lapar dipenuhi dengan belajar, sedangkan ruh yang lapar dipenuhi melalui literasi yang mampu menghadirkan pemahaman sekaligus makna dalam kehidupan. Pesan ini seolah menjadi “nutrisi” bagi batin para peserta yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Keseruan sore itu semakin terasa saat kegiatan diselingi dengan sesi pertanyaan berhadiah. Dua anggota Mojoer berhasil menjawab dengan tepat dan mendapatkan hadiah berupa buku gratis dari narasumber, sebuah “takjil” pengetahuan yang tak ternilai harganya. Momen ini menjadi suatu penyemangat bagi peserta yang tetap produktif di sela ibadah puasa. Momen penuh keceriaan ini berlangsung intens pada pukul 15.50 hingga 16.40 WIB.

Pembina Mojoer, Cici Arista Devi, S.Pd., menjelaskan bahwa agenda ini lahir dari kepedulian narasumber yang ingin berbagi pengalaman serta pengetahuan kepada anggota Mojoer.
“Seorang jurnalis yang memiliki banyak isi ketika berbicara biasanya terbentuk dari kebiasaan berliterasi. Literasi tidak hanya sebatas membaca buku, tetapi juga berbagai aktivitas yang dapat melahirkan gagasan atau ide,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kak Maulana, ia pun mengaku terpikat oleh energi positif anggota Mojoer yang memiliki semangat literasi tinggi, sehingga ia merasa terpanggil untuk memberikan arahan dan edukasi kepada para anggota.
“Saya melihat teman-teman Mojoer memiliki semangat literasi yang tinggi. Karena itu saya ingin membantu mengarahkan sekaligus memberikan edukasi terkait literasi,” tuturnya.
Melalui kegiatan Ngabuburead Produktif ini, diharapkan para anggota Mojoer tidak hanya sekadar mengisi waktu luang, tetapi juga benar-benar mampu mengimplementasikan nilai-nilai literasi dalam setiap karya jurnalistik yang mereka hasilkan. Semangat belajar yang ditunjukkan oleh para siswa ini menjadi sinyal positif bagi masa depan literasi di lingkungan SMK Models, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan jarak melalui ruang digital tidak menghalangi proses transfer ilmu yang bermanfaat.






Leave a Reply