
Models Jurnalisme, 1 September 2026 – SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models), Banyuwangi, Jawa Timur, menutup rangkaian ajang Eksposisi 2026 pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia ini berlangsung di Lapangan Tegalagung, Siliragung, pukul 19.00–21.30 WIB dengan menyuguhkan beragam pertunjukan seni yang memikat para pengunjung.
Eksposisi 2026 menjadi wadah bagi para siswa untuk mengekspresikan kreativitas. Tahun ini, panggung utama mengusung seni dan budaya tradisional Indonesia sebagai konsep utama. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan kembali warisan budaya Nusantara kepada generasi muda.
Langkah ini diambil mengingat tren budaya di kalangan gen z saat ini mulai bergeser ke arah moderenisasi. Melalui panggung Eksposisi, kesenian tradisional diharapkan dapat bangkit kembali dalam ingatan publik, sekaligus menjadi sarana mengasah kreativitas dan memperluas wawasan kebudayaan siswa.
“Konsep panggung tahun ini setidaknya bisa menjadi sarana flashback untuk memanggil kembali memori tentang seni tradisional di kalangan muda-mudi,” ujar Koordinator Eksposisi, Ali Mahfud, S.Pd.I.
Kemeriahan panggung diisi oleh deretan penampil dari berbagai sekolah dan organisasi. Pembukaan acara disemarakkan oleh penampilan opening dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Models. Selanjutnya, SDN 2 Kesilir menampilkan Tari Cunduk Menur serta kombinasi Lagu dan Tari Prahu Layar, disusul oleh SDN 3 Buluagung yang membawakan pertunjukan fashion show dan dance Digi-digi.
Ekstrakurikuler Sendratasik SMK Models turut memukau penonton melalui pementasan Musik Tradisional, dan pertunjukkan teater Gugurnya Sang Kembang Kurusetra. Suasana makin hangat saat Lintang Arum tampil menghibur penonton lewat pertunjukan Lamen Dadari dan Perawan Gintangan. Rangkaian atraksi tersebut akhirnya ditutup secara meriah oleh pertunjukan Jaranan yang sukses menyempurnakan malam puncak Eksposisi 2026.

Ragam pementasan tersebut mencerminkan antusiasme para siswa SMK Models dalam mempopulerkan seni budaya lokal. Bapak Ali Mahfud berharap kesenian daerah seperti wayang, teater tradisional, gamelan, hingga tarian khas dapat terus dilestarikan. Ia juga menginginkan porsi pertunjukan seni tradisional semakin diperbanyak pada gelaran mendatang agar tetap diminati masyarakat.
Kesan positif turut dirasakan Aprilina Eka Safitri, S.Pd. pengunjung sekaligus guru SMK Models, Menurutnya, Eksposisi 2026 tidak hanya menghibur tetapi juga bernilai edukatif, terutama pada pementasan drama dari Sendratasik yang berhasil menyedot perhatian penonton.
“Alangkah lebih baiknya jika ke depan ada pameran karya seni rupa dari siswa-siswi SMK Models, seperti seni lukis, yang ikut dipajang di area stand Eksposisi,” usul Aprilina.
Melalui Eksposisi 2026, SMK Models tak sekadar menyediakan panggung berkreasi, melainkan aktif menjaga keberlanjutan seni budaya Indonesia. Suguhan acara ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap tradisi lokal, sekaligus memastikan warisan leluhur tetap dikenal dan dicintai oleh generasi penerus.
PLT Pimred: Pundi
Reporter: Difa, Revania, Nadila
Editor: Hilda
Fotografer: Dirga
Layout:





Leave a Reply