
Ada waktu yang sengaja aku sisihkan,
hanya untuk duduk dan membiarkan dunia berlalu.
Menatap langit yang warnanya tak pernah sama, seperti rindu yang datang tanpa permisi di antara sela-sela waktu.
Aku tidak sedang mengejar apa-apa hari ini.
Hanya ingin mendengar detak jantung sendiri, yang seringkali kalah bising oleh ambisi, atau tenggelam dalam riuhnya ekspektasi.
“Sebab hidup bukan cuma soal sampai di tujuan, tapi tentang bagaimana kita merayakan setiap tarikan napas di perjalanan.”
Biarkan sepi ini menjadi kawan paling jujur.
Menemaniku menyusun kembali kepingan mimpi, yang sempat retak atau hampir saja terkubur.
Kini aku mengerti, menjadi puitis bukanlah tentang kata-kata yang rumit.
Tapi tentang bagaimana hati ini tetap tenang, meski dunia di luar sana sedang sibuk berisik.





Leave a Reply