Life is hard, dan mie ayam eksis untuk membuat semuanya terasa lebih masuk akal.
Di hadapan orang-orang pada umumnya, mie ayam hanyalah seporsi mi dikasih topping ayam plus pangsit. Tapi di hadapan wong kalahan, mie ayam adalah koentji— lebih dari sekadar karbohidrat, ia adalah labirin kedamaian, love, tentrem ayem, ora gersulo.
Sebab pada akhirnya, di warung yang tenang, di antara suapan yang mengembalikan nyawa, aku menyadari satu kebenaran mutlak: Mie ayam saved my life.
Bagaimana bisa mengeluh, ketika semangkuk kehangatan hadir menyelamatkan hari-hari yang remuk? Di balik gerobak sederhana, mereka mengutus kebahagiaan tanpa banyak bicara, meracik bumbu dan merebus mi dengan ketulusan tanpa syarat.
Selesai dengan mangkuk kosong dan kuah yang tandas, aku menyadari satu hal yang rasanya paling masuk akal: hidup ini terlalu singkat untuk diribetkan, dan terkadang, kebodohan terbesar kita hanyalah lupa cara menertawakan diri sendiri.
Leave a Reply