
Models Jurnalisme, 5 Juli 2026 – SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models), Banyuwangi, Jawa Timur, sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Championship Poliwangi 2026 yang diselenggarakan di Banyuwangi. Sekolah mendelegasikan 12 pesilat terbaiknya yang berasal dari siswa kelas XI dan XII untuk berlaga pada kategori tanding dan seni putra dan putri.
Kejuaraan yang diikuti sekitar 350 atlet dari berbagai sekolah ini berlangsung sengit sejak Sabtu, (27/6/2026). Menghadapi persaingan yang ketat, kontingen SMK Models tampil
luar biasa dengan tingkat keberhasilan 100%. Seluruh atlet yang dikirim berhasil membawa pulang medali dengan total 3 medali emas, 3 medali perak, dan 6 medali perunggu. Akumulasi poin dari perolehan medali tersebut mengantarkan SMK Models meraih predikat Juara Umum I tingkat SLTA se-Kabupaten Banyuwangi.
Kejuaraan kali ini menjadi bukti nyata ketangguhan para pesilat SMK Models. Berdasarkan hasil kejuaraan, 12 atlet berhasil memborong medali di podium.
Juara I (Medali Emas) 🥇
1. Nikita Azqi Abdelia
2. Kirana Divary
3. Finto Rohman Saputra
Juara II (Medali Perak) 🥈
1. Ahmad Faizal
2. Eki Maulana Uya Alibi
3. Deva Afdhalu Ramli
Juara III (Medali Perunggu) 🥉
1. Jennar Kamilatan
2. Tirtha Dharma Kusuma”
3. Between S. A.
4. Moh. Yanuar Faiq
5. Varel Aji Febrian
6. Anisa Laninah Nur Izza
Pembina pencak silat SMK Models, Andi Suwardi, mengungkapkan bahwa para atlet yang berlaga merupakan perpaduan dari berbagai latar belakang perguruan pencak silat yang bernaung di bawah SMK Models, di antaranya Tapak Suci, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Kera Sakti, Pagar Nusa, dan Persinas ASAD.
Malam puncak penobatan dan penyerahan piala Juara Umum I tingkat SLTA sederajat dilaksanakan pada Sabtu (4/7/2026) pukul 18.30–20.30 WIB di Panggung Kebesaran Poliwangi. Trofi tersebut diterima langsung oleh Rudi Agus Setiawan, S.T., selaku Kepala SMK Models.
Keikutsertaan dan keberhasilan para atlet dalam kejuaraan ini menunjukkan bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh latihan yang keras, tetapi juga kesiapan fisik dan mental.

Salah satu peraih medali emas, Finto Rohman Saputra, mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin cepat berpuas diri.
“Saya masih belum merasa bangga dan puas karena saya masih ingin meraih yang lebih dari ini,” ujarnya.
Ia menceritakan bahwa perjuangannya telah dimulai sejak bergabung dengan salah satu regi silat pada tahun 2018. Untuk mencapai podium tertinggi, ia harus menjalani latihan fisik secara rutin, menjaga berat badan agar sesuai dengan kelas pertandingan, serta menerapkan strategi dengan mengamati teknik lawan pada ronde pertama sebelum melancarkan serangan balik pada ronde berikutnya.
Di sisi lain, Deva Afdhalu Ramli, yang sukses menyumbangkan medali perak, turut memberikan catatan penting mengenai esensi bela diri. Bagi Deva, pencak silat bukanlah ajang untuk disalahgunakan atau gagah-gagahan, melainkan cabang olahraga yang positif, sarana mengukir prestasi, sekaligus bekal membela diri saat benar-benar diperlukan.
Kesuksesan besar di Poliwangi Championship 2026 tidak lantas membuat pihak sekolah berpuas diri. Pencapaian ini justru dijadikan batu loncatan agar para atlet mampu menembus kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“Kedepannya, kami berharap anak-anak bisa melanjutkan perjuangan di tingkat nasional, bahkan jika ada peluang hingga ke level internasional untuk terus mengibarkan bendera SMK Models. Pesan kami, ayo berlatih lebih semangat. Kita akan terus menggali potensi anak-anak SMK Models untuk menjadi para juara selanjutnya,” ujar Andi Suwardi.
Sebagai langkah nyata untuk mencetak bibit-bibit unggul masa depan, SMK Models berencana melakukan regenerasi atlet secara terstruktur melalui program Pemusatan Latihan (Training Center). Program ini nantinya akan menggali dan mengasah potensi-potensi baru dari 9 perguruan pencak silat yang resmi terdaftar di sekolah.





Leave a Reply