Jurnalis SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

Inovatif & Informatif

FGD Hoaks dan Cyber Bullying Latih Kemampuan Berpikir Kritis Calon Siswa SMK Models

,
Guru SMK Models
Penjelasan Materi Oleh Guru Pendamping

Models Jurnalisme, 15 Juli 2026 – SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar kegiatan Forum Group Discussion(FGD) bertema “Studi Kasus Hoaks dan Cyber Bullying dalam rangka Forum ta’aruf dan orientasi siswa (Fortasi) hari kedua pada Selasa (14/7/2026). Fortasi kali ini mengusung Gembira Berkarya. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas masing-masing dengan didampingi oleh pendamping kelas dan guru pamong ini diikuti oleh seluruh calon siswa-siswi SMK Models. Melalui diskusi kelompok, peserta diajak membangun kemampuan berpikir kritis, menganalisis permasalahan, serta meningkatkan kesadaran terhadap dampak hoaks dan cyber bullying dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta dibagi menjadi tujuh kelompok untuk mendiskusikan studi kasus yang telah disiapkan panitia. Setelah berdiskusi, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pembahasan di hadapan peserta lain sebagai bentuk latihan menyampaikan pendapat dan mempertanggungjawabkan hasil analisis.

Salah satu guru Pamong dalam kegiatan ini adalah Iswanto, guru Pendidikan Al-islam SMK Models, yang mendampingi peserta di salah satu kelas.
Usai kegiatan, Iswanto menjelaskan bahwa forum diskusi tersebut dirancang untuk menggali potensi siswa baru sejak awal mereka memasuki lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menganalisis persoalan, serta menyampaikan hasil diskusi secara runtut dan percaya diri. “Tujuannya untuk menggali potensi siswa baru, terutama kemampuan mereka dalam berpikir dan menganalisis setiap masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Iswanto, tema hoaks dan cyber bullying dipilih karena siswa baru berada pada fase pencarian jati diri yang rentan terhadap berbagai pengaruh, terutama dari media sosial. Oleh sebab itu, mereka perlu memiliki kemampuan menyaring informasi dan memilih lingkungan pergaulan yang positif agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu maupun perilaku negatif di dunia digital. “Siswa baru masih berada pada masa mencari jati diri. Karena itu mereka harus mampu menyaring mana yang baik dan mana yang tidak baik, baik dalam pergaulan langsung maupun di media sosial,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, diskusi berjalan dengan tertib dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, aktif bertukar pendapat, serta mampu mempresentasikan hasil diskusi dengan baik. Menurut Iswanto, seluruh kelompok menunjukkan kekompakan dan mampu menyampaikan hasil analisis sesuai materi yang telah diberikan panitia.

Calon Siswa SMK Models
Keseriusan Siswa Baru Dalam Mengikuti Materi

Melalui kegiatan ini, panitia Fortasi berharap calon siswa tidak hanya memahami bahaya hoaks dan cyber bullying, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, bijak menggunakan media sosial, serta berani mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *