
Models Jurnalisme, 17 Juli 2026 – Sebanyak 550 peserta Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi) SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models), Banyuwangi, Jawa Timur, mengikuti materi Ke-IPM-an yang disampaikan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Banyuwangi di Ballroom Ed-Hotel SMK Models. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai organisasi pelajar Muhammadiyah sekaligus membangun karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial sejak dini.
Materi disampaikan oleh Sabira Tanjia Fasya, Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup PD IPM Banyuwangi. Dalam penyampaiannya, peserta dikenalkan dengan pengertian IPM, nilai-nilai yang dikembangkan dalam organisasi, serta berbagai kesempatan untuk bertumbuh dan berkarya melalui organisasi tersebut.
Menurut Kak Fasya, IPM merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang dapat menjadi tempat bagi pelajar untuk belajar, berkembang, dan memperoleh berbagai pengalaman. Melalui organisasi ini, pelajar memiliki banyak ruang untuk mengembangkan potensi, kepemimpinan, serta kemampuan berorganisasi.
“IPM adalah organisasi otonom Muhammadiyah yang sangat cocok dijadikan tempat berproses. Banyak wadah dan kesempatan yang bisa diambil teman-teman melalui organisasi ini,” ujarnya.
Selain mengenalkan organisasi, pemateri juga menanamkan berbagai nilai yang menjadi dasar pembinaan kader IPM, seperti moral, etika, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat, seperti menghormati guru, menghargai teman, serta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kak Fasya menjelaskan bahwa IPM merupakan organisasi yang memberikan ruang aman dan nyaman bagi pelajar untuk bertumbuh. Ia mengibaratkan IPM sebagai sebuah “rumah” yang mendukung setiap anggotanya berkembang sesuai potensi masing-masing tanpa adanya tekanan.
Ia juga menjelaskan bahwa IPM memiliki budaya yang mendukung perkembangan kader melalui ruang tumbuh yang otentik, ruang yang suportif, serta keteladanan dari para senior. Menurutnya, organisasi bukan hanya tentang rapat, tetapi juga menjadi tempat belajar, berkolaborasi, serta mengembangkan kemampuan berbicara, memimpin, hingga membangun relasi.
Pengalaman pribadinya selama berproses di IPM menjadi bukti bahwa organisasi mampu membuka banyak kesempatan. Berawal dari menjadi MC pada kegiatan class meeting, ia kini dipercaya menjadi MC di berbagai acara. Kesempatan tersebut diperoleh karena IPM memberikan ruang bagi setiap kader untuk mencoba dan terus berkembang sesuai kemampuannya.
Di akhir kegiatan, pemateri berharap peserta Fortasi tidak hanya memahami apa itu IPM, tetapi juga terdorong untuk ikut berproses di dalam organisasi serta berkontribusi aktif dalam kegiatan sekolah. Kehadiran IPM diharapkan mampu membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih tertata, disiplin, dan kolaboratif.
“Jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Jangan merasa hidup sendiri, tetapi belajarlah peka terhadap keadaan sekitar dan berikan manfaat bagi sesama,” pesan Sabira Tanjia Fasya kepada seluruh peserta.
PLT Pimred: Pundi
Reporter: Essly, Ike
Editor: Hilda
Fotografer: Levine
Layouter:





Leave a Reply