
Models Jurnalisme, 21 Juli 2026 — SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah daerah. Siswa SMK Models, Mohammad Rizky Yulleo Altaf, berhasil meraih predikat Juara Harapan dalam ajang pencarian bakat Sekarkijang (Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang) Got Talent, yang meliputi 5 Kabupaten di Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Jember dan Lumajang, Sabtu (18/7/2026). Ajang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) Jember ini berhasil ditaklukkan setelah ia menyisihkan sekitar 110 peserta secara daring dan melaju ke babak 10 besar untuk tampil secara langsung di Gazebo Blambangan.
Keberhasilan masuk sebagai finalis ini menyimpan perjuangan ekstra karena konsep penampilan harus dirombak total pada H-1. Awalnya, siswa SMK Models yang akrab disapa Leo ini lolos seleksi bermodalkan video puisi islami yang sebelumnya pernah membawanya bersinar di tingkat nasional. Namun, regulasi final mewajibkan adanya unsur lokal kedaerahan. Alhasil, dalam waktu yang sangat singkat, Leo bersama pembinanya yang merupakan guru SMK Models, Cici Arista Devi,S.Pd menyusun konsep teatrikal puisi bertajuk “Rempeg Jogopati: Darah di Tanah Blambangan”, yang dipadukan secara apik dengan atraksi seni bela diri.
Merespons dinamika persiapan yang serba mendadak tersebut, Cici Arista Devi, menilai bahwa situasi ini justru menguji kelayakan dan kesiapan mental seorang penampil di atas panggung yang sebenarnya. Kemampuan beradaptasi dan meracik konsep pertunjukan secara cepat menjadi bukti nyata dari pengalaman bertanding. “Makanya jam terbang itu sangat perlu. Esensi lomba tidak hanya soal medali, piala, atau sertifikat, tapi tentang jam terbang. Karena akan terlihat siapa anak-anak yang sering tampil di depan umum dan tidak,” ujarnya.

Bagi Leo sendiri, tampil maksimal dengan persiapan singkat sudah memberikan kepuasan batin, meski ia menyadari masih ada catatan dari dewan juri terkait durasi iringan musik (backsound) yang tidak penuh akibat minimnya waktu persiapan. Menjadikan hal ini sebagai bahan evaluasi, ia bertekad untuk terus mengejar prestasi di masa mudanya sekaligus memotivasi rekan-rekannya. “Potensi hebatmu terlalu berharga untuk disembunyikan. Dunia harus tahu seberapa hebatnya kamu,” pesannya.
Keberhasilan membawa pulang gelar juara ini pada akhirnya bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan juga sebuah pembuktian identitas bagi ekosistem pendidikan vokasi tempat Leo bernaung. Sebagai guru SMK Models, Cici Arista Devi merasa bangga karena pencapaian ini menegaskan bahwa seni dan sastra dapat menembus batas-batas disiplin ilmu. “Saya sangat berterima kasih untuk Leo. Dia mampu menunjukkan bahwa di sekolah vokasi, di sekolah paling teknis sekalipun, literasi dapat tumbuh dan menjadi ruang berkarya, terutama dalam hal puisi,” pungkasnya.
PLT pimred: Pundi
Reporter: Pundi
Editor: Hilda
Fotografer: Models media center





Leave a Reply