Jurnalis SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

Inovatif & Informatif

Menyulam Kata di Tanah Blambangan, Jejak Perjumpaan Provena dan Mojoer dalam Merawat Api Literasi

,
Jurnalis SMK Models dan SMK PGRI Rogojampi
Sesi Foto Bersama

Models Jurnalisme, 24 Juli 2026 — Ruang Laboratorium Informatika SMK PGRI Rogojampi (SMK Pro) yang biasanya hening oleh denting papan ketik siang itu mendadak hangat. Rabu (21/7/2026), jarum jam baru saja melewati pukul 13.00 WIB ketika puluhan pasang mata saling bertatap, melempar senyum, dan memulai sebuah riak kecil yang diharapkan mampu menjadi gelombang perubahan sebuah perjumpaan literasi.

Siang itu, komunitas literasi yang tengah bertumbuh di SMK PGRI Rogojampi, Provena, menggelar karpet hangat untuk menyambut kawan senasib sepenanggungan mereka tim Models Jurnalisme (Mojoer) dari SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi, Jawa Timur. Dua titik yang terpisah puluhan kilometer di tanah Blambangan itu kini menyatu dalam satu gairah yang sama yakni menghidupkan roh kata dan karya di lingkungan sekolah.

Meretas Cerita dan Praktik Baik
Setelah pembawa acara membuka tirai kegiatan, suasana berganti khidmat namun santai. Cici Arista Devi, S.Pd., Pembina Mojoer sekaligus pemateri siang itu, berdiri membagikan sebongkah kisah tentang bagaimana Mojoer pertama kali dirintis. Bukan perjalanan yang instan, melainkan rangkaian konsistensi dan proses panjang hingga organisasi jurnalisme sekolah tersebut mampu terus tumbuh dan berkarya.

Di hadapan para anggota Provena, Bu Cici meretas cerita tentang fondasi awal, tantangan, hingga berbagi praktik baik yang berhasil menjaga api semangat para jurnalis muda di SMK Models tetap menyala. Perjumpaan tersebut tak sekadar menjadi ruang dengar searah, melainkan menjelma ruang dialog interaktif tempat kedua sekolah saling menyerap ide, menyelaraskan program kerja, dan saling mengikat tali jejaring.

Pemberian Materi OlehCici Arista Devi, S.Pd.
Pemberian Materi OlehCici Arista Devi, S.Pd.

Menembus Dinding Personal
Bagi pembina komunitas literasi Provena, Andi Budi Setiawan, S.Pd., perjumpaan ini bukan sekadar agenda formalitas di atas kertas. Ada pesan mendalam yang ingin ia tanamkan pada dada siswa-siswinya bahwa tulisan yang hebat tidak boleh mati di dalam laci meja sendiri.

“Ketika kita berdiri sendiri tanpa relasi dan koneksi, karya sebaik apa pun hanya akan menjadi sebatas tulisan,” tegas Pak Andi.

Ia berkisah, ide untuk menghidupkan komunitas Provena dan mendorong anak-anak didiknya menerbitkan buku justru lahir dari energi perjumpaan dengan para penulis, penerbit, serta komunitas sejawat. Kehadiran Mojoer ke markas mereka dipandang sebagai katalisator sebuah kesempatan emas untuk mengadopsi struktur dan manajemen kerja yang adaptif, lalu diselaraskan dengan ‘warna’ khas SMK PGRI Rogojampi.

Pak Andi juga menyelipkan sebuah pandangan segar tentang “kompetitor positif“. Baginya, menjamurnya komunitas literasi di sekolah-sekolah Banyuwangi bukanlah ancaman untuk saling menjatuhkan, melainkan pemantik agar para pelajar bisa saling pacu dalam kebaikan dan berkembang bersama. Meski sama-sama berkecimpung di dunia penulisan, Provena dan Mojoer punya pilar keunggulan tersendiri yang justru saling melengkapi.

Percikan Semangat Murni Pelajar
Sensasi segar dari pertemuan ini meresap hingga ke hati para siswa. Trio Andika, siswa kelas XII Desain Komunikasi Visual (DKV) yang memegang nakhoda sebagai Ketua Komunitas Literasi Provena, tidak bisa menyembunyikan antusiasmenya.

Jurnalis SMK Models dan SMK PGRI Rogojampi
Sesi Foto Bersama

Bagi Trio, membedah dapur keorganisasian Mojoer memberikan wawasan baru yang langsung membuka pandangannya.

“Kesannya sangat seru sekali karena kita bisa saling berbagi pengalaman. Diskusi tadi memberi wawasan baru buat saya, terutama mengenai keorganisasian seperti struktur Pemimpin Umum (PU) dan pembagian peran editor. Itu bisa jadi ide dan patokan baru bagi Provena ke depannya,” tutur Trio penuh binar semangat.

Trio menyimpan asa besar agar jabat tangan antara Rogojampi dan Siliragung siang itu tidak berhenti setelah pertemuan ini, melainkan berlanjut dalam agenda-agenda kolaborasi yang lebih meluas di masa depan.

Ketika diskusi usai dan ruang laboratorium kembali tenang, ada sesuatu yang tertinggal di sana harapan dan jembatan yang resmi terbentang.

Dari Siliragung hingga Rogojampi, perjumpaan hangat antara Mojoer dan Provena telah membuktikan bahwa di tangan para pelajar, tulisan tidak cuma berakhir jadi tumpukan kertas. Ia bisa menjadi energi penggerak, perekat silaturahmi, dan fondasi bagi ekosistem literasi Banyuwangi yang lebih intens dan hidup.

PLT Pimred: Pundi
Reporter: Hilda
Editor: Ajria
Fotografer: Karisa & Provena
Layouter:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *