
Models Jurnalisme, 24 Juli 2026— Guru SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi, Jawa Timur, Zahrotul Janah, S.Kom., M.M., berhasil meraih Juara 5 Kategori Nondigital–Implementasi pada Kompetisi Inovasi Banyuwangi (Koinwangi) 2026 melalui inovasi Osing Naga. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi SMK Models karena menunjukkan kontribusi guru dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Penganugerahan penghargaan dilaksanakan pada Jumat (18/7/2026) dalam rangka peluncuran OASIS Wangi yang digelar di Hotel Aston Banyuwangi.
Sebagai guru yang aktif mengikuti berbagai kompetisi inovasi, Zahrotul Janah memandang setiap ajang bukan sekadar sarana untuk meraih penghargaan. Baginya, kompetisi menjadi ruang belajar untuk mengembangkan gagasan, memperluas jejaring dengan para inovator, serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Inovasi Osing Naga lahir dari kepeduliannya terhadap melimpahnya hasil panen buah naga di Banyuwangi yang kerap menyebabkan harga jual di tingkat petani menurun. Melalui inovasi tersebut, Zahrotul Janah mengembangkan produk olahan berupa selai buah naga sebagai alternatif untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen sekaligus mengurangi limbah kulit buah naga.
“Di Kabupaten Banyuwangi, buah naga merupakan salah satu komoditas unggulan. Saat panen melimpah, harga buah naga sering mengalami penurunan. Karena itu, kami berupaya menghadirkan inovasi berupa selai buah naga yang memanfaatkan buah sekaligus kulitnya,” jelas Zahrotul Janah.
Menurutnya, kulit buah naga memiliki kandungan yang dapat dimanfaatkan sebagai pengental alami sehingga tidak memerlukan bahan tambahan dalam proses pembuatan selai. Melalui inovasi yang dikembangkan di produk tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pengurangan limbah organik.
Zahrotul Janah menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam acara Koinwangi 2026 sebagai perwakilan SMK Models didorong oleh keinginan untuk terus belajar dan bertemu dengan para inovator dari berbagai bidang. Ia menilai setiap kompetisi menjadi wadah untuk bertukar ide, memperluas kolaborasi, sekaligus memperkenalkan inovasi yang dimiliki Banyuwangi.

“Kompetisi bukan hanya tentang penghargaan, tetapi bagaimana melahirkan gagasan baru dan bertemu dengan inovator lainnya. Dari sana kita bisa saling belajar dan saling mengembangkan inovasi,” ujarnya.
Ia juga menilai para guru memiliki peran sebagai inovator, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, guru perlu terus mengembangkan inovasi pembelajaran, sementara ketika berada di masyarakat, guru juga dapat menghadirkan solusi melalui berbagai karya inovatif.
Melalui keikutsertaannya pada Koinwangi 2026, ia berharap dapat terus mendorong lahirnya guru-guru yang inovatif serta memperluas jejaring dengan para inovator. Zahrotul Janah meyakini bahwa kolaborasi antarinovator menjadi salah satu kunci lahirnya inovasi yang berdampak lebih luas sekaligus mengharumkan nama sekolah.
Pada akhir wawancara, Zahrotul Janah berpesan kepada guru dan siswa agar tidak pernah berhenti belajar. Menurutnya, proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai komunitas, organisasi, dan kegiatan yang dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
PLT Pimred: Pundi
Reporter: Revaldo & Levine
Editor: Hilda
Fotografer: Models Media Center
Layouter:





Leave a Reply