Jurnalis SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

Di Antara Bunyi yang Tidak Sempat Menjadi Kata

Seorang Pria Sendiri
Ilustrasi
Di sudut sore,
aku menemukan namamu
di sela cahaya jendela
yang perlahan menjadi senja.

Tak semua yang pergi benar-benar hilang,
sebagian berubah menjadi kenangan
yang diam-diam tinggal di hal kecil:
hujan, lagu, dan jalan yang pernah kita lewati.

Aku bertanya pada angin,
mengapa ia selalu kembali
setelah pergi.

Ia tak menjawab.

Mungkin memang tidak semua rindu
perlu pulang,
dan tidak semua kehilangan
perlu alasan.

Malam datang membawa bintang,
tapi tak satu pun menyerupai
tatapanmu dulu.

Dan aku mengerti,
kehilangan bukan tentang orang yang pergi,
melainkan tentang dunia
yang tiba-tiba terasa berbeda
setelah ia tak ada.

Maka biarlah namamu
tetap tinggal sebagai sunyi
yang tidak ingin kuusir.

Karena pernah ada seseorang
yang membuat waktu
terasa terlalu singkat
untuk dilupakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *