Aku mencintaimu, hanya saja aku ingin berjalan perlahan.
Ada banyak hal dalam diriku yang masih perlu kupahami, banyak luka yang perlu kutata, dan banyak ketakutan yang harus kuhadapi sendiri.
Bukan berarti aku ingin menjauh. Aku hanya ingin memberiku waktu untuk tumbuh dan berproses.
Karena jika suatu hari kita benar-benar menjadi “kita”, aku ingin datang kepadamu dengan hati yang lebih siap— bukan sekadar karena takut kehilangan, tetapi karena aku telah belajar mencintai tanpa kehilangan diriku sendiri.
Jadi, untuk sekarang, biarkan aku berjalan sedikit lebih lambat. Aku masih mencintaimu, aku hanya sedang belajar menjadi seseorang yang pantas untuk cinta yang ingin kita perjuangkan.
Untuk sekarang, aku fokus mengejar mimpiku dulu, ya. Perihal kamu, biarlah waktu yang menjawab. Semoga langkah kita membawa kita bertemu kembali di masa depan, di waktu yang lebih baik dan dengan diri yang lebih siap.
Doakan usahamu, usahakan doamu, dan jika masih ada ruang untukku di antara doa dan perjuanganmu, usahakanlah diriku.
Sebab aku pun akan berusaha menjadi seseorang yang suatu hari nanti layak untuk kembali menemukanmu.
Leave a Reply