
Models Jurnalisme, 3 September 2026 – Suasana Eksposisi Kecamatan Siliragung yang berlangsung di Lapangan Tegalagung mendadak riuh dan dipenuhi gelak tawa penonton pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kemeriahan tersebut bersumber dari penampilan khusus dewan guru kebanggaan SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi, Jawa Timur, yang membawakan seni pertunjukan teater bernuansa komedi dengan mengusung sosok filosofi Nusantara, yaitu Punokawan. Gebyar penampilan ini dimulai pada pukul 20.15 WIB–selesai.
Pertunjukan unik ini diperankan, secara apik oleh empat orang pendidik di SMK Models, yakni Ade Lestiou, S.Kom., Agus Nur Ismail, Dadang Kurniawan, serta Suwono, S.Pd. Kehadiran mereka di atas panggung bukan sekadar menyajikan hiburan semata, melainkan menjadi media penyampaian pesan-pesan edukatif dan kritik sosial yang dikemas secara jenaka namun tetap sarat makna.
Suwono, S.Pd., sebagai salah satu pemeran dari Punokawan sekaligus sutradara menuturkan alasan utama di balik pemilihan karakter Punokawan serta format komedi dalam gelaran tahunan masyarakat Siliragung tersebut. Menurutnya, sosok Punokawan dalam pewayangan Jawa memegang peran vital sebagai penyeimbang serta penasihat bijak bagi para Pandawa ketika mengambil keputusan.
“Punokawan itu sebenarnya sosok penyeimbang dan penasihat. Mengapa kemarin kami menampilkan Punokawan? Karena di dalam penampilan tersebut ada kritik-kritik yang disampaikan. Kritik yang disampaikan tanpa komedi itu akan menimbulkan rasa sakit hati. Tapi ketika kritik dibungkus dengan komedi, orang yang menerima pun akan sadar dengan kesalahannya tanpa harus merasa diadu,” ujar Suwono, S.Pd.
Menariknya, aksi panggung yang memikat perhatian warga Siliragung ini dirancang dalam waktu yang sangat singkat. Persiapan pementasan praktis hanya memakan waktu satu hari tanpa adanya sesi latihan khusus maupun penyusunan naskah dialog yang rinci. Para pemeran hanya dibekali alur konsep besar, sementara dialog dan aksi panggung diserahkan pada kemampuan improvisasi spontan masing-masing tokoh di lapangan.
Melalui pementasan Punokawan ini, SMK Models ingin menyampaikan pesan moral dan informasi kepada khalayak umum, di antaranya mengenai refleksi kondisi kebangsaan saat ini, sosialisasi peraturan sekolah, hingga informasi mengenai penerimaan siswa baru.

Selain meramaikan agenda publik, pementasan ini juga menjadi momentum bagi SMK Models untuk menitipkan harapan besar terkait pengembangan iklim kesenian di daerah. Agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada para pegiat seni.
“Harapan saya, mungkin pemerintah bisa memberikan wadah kepada orang-orang atau seniman-seniman yang sebenarnya banyak di Indonesia. Pemikiran mereka saya yakin ketika diterima akan membuat negara ini menjadi lebih baik,” ungkap Suwono, S.Pd.
Penampilan penuh imajinasi dan pesan bermakna ini sukses membuktikan bahwa edukasi serta kritik sosial dapat disampaikan secara mulus tanpa kehilangan daya hiburnya. Lewat aksi spontan para guru tersebut, SMK Models tidak hanya berhasil menghibur warga Siliragung, tetapi juga menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang kreatif, responsif, dan senantiasa melestarikan kearifan lokal di tengah masyarakat.
PLT Pimred: Pundi
Reporter: Hilda
Editor: Feni
Fotografer: Mojoer Media
Layouter:





Leave a Reply