
Models Jurnalisme, 24 September 2026 – SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models), Banyuwangi, Jawa Timur, melanjutkan rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan Islam (LDKI) melalui sesi Focus Group Discussion (FGD) analisis sosial. Kegiatan yang berlangsung setelah pemaparan materi utama tersebut digelar di Gerbang Raung, Jambewangi, Sempu, Banyuwangi pada Sabtu, 19 September 2026 pukul 13.30–16.00 WIB.
Acara ini diselenggarakan untuk membekali para calon pemimpin muda dengan keterampilan berdiskusi kelompok, analisis kritis, serta pemecahan masalah sosial secara langsung.
FGD ini dirancang terpisah setelah sesi materi untuk mendalami penerapan strategi kepemimpinan inklusif dalam bentuk kerja kelompok. Melalui analisis sosial terarah, para peserta diajak memahami pentingnya koordinasi dan pertukaran pikiran sebagai fondasi utama jiwa inklusivitas dalam berorganisasi.
Forum diskusi kelompok ini mendorong peserta untuk peka dan tanggap dalam mencari solusi atas berbagai fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Isu-isu krusial yang dibahas mencakup penanganan dampak sound horeg, pencegahan pernikahan dini, pemberantasan perjudian online di kalangan remaja, hingga bahaya penggunaan vape serta ujaran kebencian di media sosial.
Pelaksanaan FGD diawali dengan pembentukan kelompok diskusi kecil. Setiap kelompok diberikan topik atau studi kasus terkait permasalahan sosial serta dinamika organisasi untuk dianalisis secara bersama-sama.
Selama sesi berlangsung, peserta secara aktif menyampaikan pandangan, berdebat secara sehat, dan menyusun gagasan konkret. Hasil diskusi dari tiap kelompok kemudian dipresentasikan di depan forum untuk ditanggapi dan dirumuskan menjadi langkah aksi bersama.
Cici Arista Devi, S.Pd. selaku pemateri menegaskan bahwasanya FGD diselenggarakan secara khusus agar para peserta LDKI terbiasa berdiskusi secara mendalam serta terlatih mengasah pemikiran seorang organisatoris melalui diskusi isu sosial.
“FGD ini menjadi wadah praktik bagi teman-teman untuk berpikir bersama, menganalisis masalah nyata, dan belajar menghargai sudut pandang rekan sekelompok sebelum menuangkan solusinya,” ujarnya.

Di sisi lain Achiko Dava Ramadani juga selaku pemateri, turut mengapresiasi semangat peserta dan menyampaikan harapannya setelah melihat dinamika dalam kelompok.
“Melihat jalannya diskusi tadi, saya ingin para peserta di usia yang masih muda ini sudah bisa mengatasi, menanggulangi, dan mencari solusi terkait isu sosial, serta mengimplementasikan gagasannya di masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan pentingnya pemikiran kolektif dalam membentuk karakter kepemimpinan yang solid. Cara membangun organisasi yang inklusif lewat FGD ini adalah dengan berpikir bersama, saling berkoordinasi, dan saling bertukar pikiran sehingga fondasi dari jiwa inklusivitasnya itu bisa terbentuk.
Secara keseluruhan, sesi FGD dalam LDKI ini menjadi pijakan praktis bagi siswa SMK Models untuk mengasah kepekaan sosial dan kepemimpinan. Bekal pemikiran kritis serta pengalaman berdiskusi yang didapat diharapkan dapat terimplementasi secara nyata, baik dalam tata kelola organisasi sekolah maupun di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pimred: Hilda
Reporter: Riko
Editor: Hilda
Fotografer: Models Media Center
Layouter: Adit





Leave a Reply