
Models Jurnalisme, 14 Agustus 2026 — Dalam upaya memperkuat kesiapan siswa menghadapi dunia usaha dan dunia industri, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models), Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar kegiatan Sosialisasi Budaya Industri dan Pengenalan Teknologi Otomotif pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan dari PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (Dealer Resmi Mitsubishi Cabang Banyuwangi) untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan PT Uniteda Arkato untuk jurusan Teknik Alat Berat (TAB).
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari untuk jurusan TAB, yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB bertempat di basement gedung baru SMK Models. Sesi kemudian dilanjutkan pada siang hari untuk jurusan TKR di lokasi yang sama, tepat pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Pelaksanaan sosialisasi bagi jurusan TKR difokuskan pada pembedahan teknis unit armada terbaru Mitsubishi serta penanaman standar etika profesi. Meskipun tidak menyertakan sesi praktik langsung di lapangan, para siswa mendapatkan pemaparan mendalam terkait sistem kerja kendaraan modern, keunggulan fitur keselamatan, hingga analisis pemeliharaan berkala yang diterapkan pada jaringan bengkel resmi.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa penyesuaian waktu kegiatan, dengan jurusan TKR berlangsung pada siang hari sementara jurusan TAB dan jurusan lainnya digelar pada pagi hari, merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mengikuti dinamika dan fleksibilitas jadwal mitra industri. Hal tersebut dilakukan agar materi dapat disampaikan secara optimal oleh para teknisi dan praktisi profesional dari Mitsubishi.
Kepala Kompetensi Keahlian (Kakomli) TKR SMK Models, Heru Cahyono, S.Si menjelaskan alasan sekolah mengundang mitra industri secara langsung sebelum melepas siswa menuju lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL).

“Tujuannya, sebelum PKL anak-anak dikenalkan dulu bagaimana budaya-budaya industri yang tentunya berbeda dengan kebiasaan mereka di sekolah. Kedua, terkait perkembangan teknologi, memang saat ini untuk di sekolah dari sisi pengetahuan dan kompetensi masih kurang dan tertinggal jauh sama dunia industri. Makanya kita undang Mitsubishi agar anak-anak tahu budaya kerja dan perkembangan otomotif di luar,” terang Heru Cahyono.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, para siswa diharapkan tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas adaptif terhadap standar kedisiplinan industri. Sinergi antara SMK Models dan para pelaku industri tersebut menjadi langkah strategis sekolah dalam memangkas kesenjangan (gap) antara kurikulum pembelajaran di kelas dan kebutuhan nyata di dunia kerja.
Antusiasme para peserta terlihat sepanjang sesi pemaparan materi. Para siswa memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi langsung dengan tim industri mengenai tantangan serta peluang karier di bidang otomotif. Hal ini menjadi modal berharga bagi para siswa sebelum terjun langsung menjalani masa PKL selama beberapa bulan ke depan.
Mengakhiri wawancara, Heru Cahyono, S.Si menegaskan harapannya agar seluruh siswa TKR dapat benar-benar menyerap ilmu yang disampaikan oleh industri selama masa PKL. Menurutnya, PKL pada dasarnya merupakan proses belajar bekerja agar ketika lulus nanti para siswa memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja serta mampu mengikuti pesatnya perkembangan teknologi otomotif.
PLT Pimred: Pundi
Reporter: Aurel, Feni
Editor: Chelsy
Fotografer:
Layouter:





Leave a Reply