
Ibu
Di setiap langkahku yang goyah,
ada namamu yang selalu kupanggil lirih.
Seperti doa yang tak pernah lelah,
kau hadir, meski tanpa diminta.
Tanganmu sederhana,
namun mampu menenangkan dunia kecilku.
Pelukanmu hangat,
lebih dari sekadar kata “aku sayang kamu.”
Kau ajarkan arti sabar,
tanpa banyak bicara.
Kau tunjukkan arti kuat,
meski kadang kau juga lelah.
Ibu,
jika waktu bisa kuputar,
aku ingin selalu di sisimu—
menjadi anak kecil yang kau jaga dulu.
Terima kasih,
untuk cinta yang tak pernah berkurang,
bahkan saat aku lupa
bagaimana cara membalasnya.





Leave a Reply