Jurnalis SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

Pintu Misterius

seorang pria memandang pintu
Ilustrasi
Sore itu, Raka masih berada di sekolah untuk mengambil buku yang tertinggal. Saat melewati lorong belakang, ia melihat sebuah pintu tua yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Pintu itu berwarna biru gelap dan memiliki simbol lingkaran aneh di tengahnya. Karena penasaran, Raka menyentuh simbol tersebut.

Tiba-tiba, pintu terbuka sendiri. Dari baliknya keluar cahaya putih yang sangat terang. Raka memberanikan diri masuk. Dalam sekejap, ia sampai di sebuah tempat yang asing. Langitnya berwarna ungu, pohon-pohonnya bercahaya, dan ada sungai yang mengalir di udara. Seorang gadis bernama Naya menghampirinya dan mengatakan bahwa Raka berada di Dunia Luma.

Naya menjelaskan bahwa pintu misterius itu muncul setiap seratus tahun. Namun, kali ini pintu terbuka terlalu cepat karena Kristal Luma mulai kehilangan cahaya. Jika kristal itu padam, Dunia Luma akan ikut menghilang.

Raka dan Naya kemudian mencari Kristal Luma di sebuah gua. Setelah melewati jalan yang gelap, mereka menemukan kristal itu di atas batu. Raka menyentuhnya, lalu cahaya memenuhi seluruh gua. Kristal kembali bersinar dan Dunia Luma menjadi terang.

Pintu misterius kembali muncul. Raka pun kembali ke sekolah sebelum hari menjadi malam. Ketika ia menoleh, pintu itu sudah menghilang. Sejak saat itu, Raka selalu penasaran apakah pintu tersebut akan muncul lagi seratus tahun kemudian. Namun, sebelum pintu tertutup, Naya berpesan agar Raka tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun. Raka mengangguk, meski rasa penasarannya justru semakin besar selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *