Jurnalis SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

Rindu Menjadi Hampa

Seorang pria sedang duduk sendiri
Ilustrasi
Dahulu, namamu adalah riak di dada,
Sebuah hasrat yang hangat, menolak reda.
Tiap detik menanti kabar dan tegur,
Menjaga harapan agar tak lebur.

Namun waktu berjalan dengan dinginnya,
Menyapu hangat yang pernah ada.
Bayangmu perlahan kehilangan warna,
Hingga senyap menelan tiap pesona.

Kini, rindu itu tak lagi membakar,
Hanya sisa abu yang tak lagi memekar.
Bukan lagi sakit, bukan pula luka,
Hanya sebuah ruang yang makin hampa.

Aku tak lagi menunggu hadirmu tiba,
Sebab rasa yang dulu... telah tiada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *