
Models Jurnalisme, 20 Agustus 2026 — SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi, Jawa Timur meningkatkan keterampilan vokasi melalui kegiatan pelatihan industri di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa 18 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 hingga 14.30 WIB dan diikuti oleh sebagian siswa otomotif SMK Models. Dalam kegiatan ini, siswa memperoleh wawasan dan pengalaman mengenai teknologi Computer Numerical Control (CNC), khususnya jenis mesin, tingkat presisi, serta perawatan mesin yang diterapkan di dunia industri.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengenalan mesin CNC dan mesin konvensional. Materi tersebut memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai perbedaan karakteristik, fungsi, serta penerapan kedua jenis mesin dalam proses permesinan. Siswa juga diperkenalkan dengan penggunaan mesin yang banyak dijumpai dalam dunia industri sebagai bekal sebelum memahami proses kerja CNC secara lebih mendalam.
Pelatihan industri tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan siswa otomotif agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pemahaman mengenai penerapan teknologi CNC dalam proses produksi dan permesinan yang berkaitan dengan perkembangan industri otomotif.
Menurut Mahbub Muttahid, S.T., terdapat dua jenis mesin CNC yang paling umum digunakan dalam industri permesinan, yaitu CNC turning dan CNC milling. Kedua jenis mesin tersebut banyak digunakan untuk memproduksi berbagai komponen permesinan.
“Mesin yang paling umum digunakan adalah mesin CNC turning, kemudian mesin CNC milling. Dua mesin ini merupakan mesin andalan yang biasa digunakan untuk memproduksi komponen-komponen permesinan,” ujar Bapak Mahbub.
Ia menjelaskan bahwa kedua mesin tersebut banyak digunakan karena pergerakannya dapat mewakili berbagai proses dalam pekerjaan permesinan. Oleh karena itu, hampir seluruh industri manufaktur yang menggunakan teknologi CNC memiliki mesin turning CNC maupun mesin milling CNC.
Selain memahami jenis mesin, siswa juga mendapatkan pengetahuan mengenai cara menjaga tingkat presisi dan toleransi dimensi pada produk yang dihasilkan. Menurut Mahbub Muttahid, S.T., salah satu keunggulan utama mesin CNC adalah kemampuannya menghasilkan benda kerja dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tool life atau masa pakai alat potong. Alat potong harus dijaga dan diganti apabila telah mencapai batas penggunaan yang telah ditentukan.
“Misalnya mencapai 1.000 pieces atau 1.000 kali pemotongan, alat potong tersebut harus diganti. Kemudian kalibrasi, seperti kalibrasi kesenteran serta arah X, Y, dan Z, juga perlu dijaga untuk mempertahankan ketelitian hasil benda kerja,” ujar Bapak Mahbub.
Perawatan rutin dilakukan untuk menjaga mesin tetap dalam kondisi optimal. Pemeriksaan kondisi oli, pelumasan, dan pembersihan serpihan hasil proses pemotongan menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kinerja mesin tetap terjaga.

Melalui pelatihan di BPVP Banyuwangi, sebagian siswa otomotif SMK Models memperoleh pengalaman dan wawasan mengenai teknologi CNC serta mesin konvensional yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Pengetahuan tentang jenis mesin, presisi, serta perawatan CNC diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan vokasi.
Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menghubungkan pendidikan otomotif di sekolah dengan kebutuhan industri. Dengan keterampilan yang diperoleh, siswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang kompeten, terampil, disiplin, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di dunia kerja.
Selain materi CNC dan mesin konvensional, siswa Teknik Sepeda Motor juga mendapatkan wawasan mengenai scan tool, yaitu alat untuk mendiagnosis sistem pada motor injeksi.
Scan tool berfungsi untuk membaca dan menghapus kode error, melihat data langsung seperti RPM, suhu mesin, TPS, dan tegangan aki, serta melakukan pengujian beberapa komponen seperti injektor, koil, dan fuel pump. Pada kendaraan tertentu, alat ini juga dapat digunakan untuk reset ECU dan TPS.
Jenis scan tool yang digunakan antara lain perangkat resmi seperti Honda HDS dan Yamaha YDT, alat universal seperti Launch, JDiag, dan Autel, serta scanner OBD2 dengan adaptor. Alat tersebut biasanya dihubungkan melalui soket DLC yang berada di bawah jok atau dekat aki, dengan konfigurasi 4 atau 6 pin.
Bagi siswa Teknik Sepeda Motor, pemahaman mengenai scan tool penting untuk menunjang kemampuan diagnosis kendaraan modern. Secara sederhana, scan tool dapat diibaratkan sebagai “dokter motor” karena membantu teknisi mengetahui gangguan pada sistem injeksi.
PLT Pimred: Pundi
Reporter: Dirli, Dika
Editor: Feni
Fotografer: Riko
Leyouter:





Leave a Reply