
Aku tak ingin seseorang
datang hanya untuk menggenggam tanganku,
lalu pergi ketika langkahku
tak semudah yang ia kira.
Jika kau ingin tinggal,
kenalilah aku perlahan—
bukan hanya senyumku,
tetapi juga diam yang sering
tak mampu kujelaskan.
Sebab hatiku bukan pintu
yang terbuka hanya karena ketukan sekali.
Ada banyak ragu di dalamnya,
ada jarak yang kubangun
bukan untuk membuatmu pergi,
melainkan untuk melihat
seberapa sungguh kau ingin tinggal.
Aku mungkin tak selalu pandai
menunjukkan bahwa aku menunggu.
Kadang aku mundur,
kadang pura-pura tak peduli,
padahal di suatu sudut hati,
aku masih berharap
kau memilih untuk tidak menyerah.
Karena bila suatu hari
kau berhasil sampai ke hatiku,
aku ingin tahu
bahwa yang kau perjuangkan
bukan sekadar tanganku untuk digenggam,
melainkan diriku
untuk benar-benar kau pahami.
Dan untuk seseorang
yang diam-diam kucintai,
jika kau masih ingin tinggal,
tinggallah sedikit lebih lama.
Barangkali,
di antara segala keraguanku,
sedang tumbuh keberanian
untuk akhirnya
membiarkanmu masuk.





Leave a Reply