Di sudut taman, kulihat bunga yang layu, kelopaknya jatuh dipeluk angin yang bisu. Warnanya memudar bersama waktu, meninggalkan jejak yang tak lagi semeru.
Dulu ia mekar menyapa mentari, menghias pagi dengan senyum yang berani. Namun musim datang tanpa permisi, mengajarkan bahwa indah pun dapat berganti.
Meski tak lagi seharum dahulu, ia tetap menyimpan kisah dalam diam. Setiap helai yang gugur ke tanah menjadi saksi tentang perjuangan dan ketabahan.
Bunga layu mengajarkanku satu hal: keindahan bukan hanya saat sedang mekar. Sebab dalam setiap akhir yang tampak rapuh, selalu ada benih harapan untuk tumbuh kembali.
Leave a Reply