Kita adalah dua garis yang saling melihat dari jauh, dekat dalam rasa, namun tak pernah benar-benar bertemu.
Ada cerita yang tumbuh diam-diam, di sela tawa yang kita sembunyikan, di antara kata yang tak pernah sempat terucap, dan tatap yang terlalu cepat dialihkan.
Kita tahu arah ini tak mudah, bahkan mungkin tak akan pernah jadi jalan, namun hati kadang keras kepala— ia memilih, tanpa bertanya kemungkinan.
Jika waktu berpihak, mungkin berbeda, jika dunia lunak, mungkin sederhana, tapi kita hidup di nyata, bukan di “seandainya”.
Jadi biarlah kita tetap seperti ini, dua rasa yang saling mengerti tanpa memiliki, dua nama yang tersimpan rapi, dalam kisah yang indah… meski tak terjadi.
Leave a Reply