Jurnalis SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

Inovatif & Informatif

Ditelan Biru Yang Terlalu Dalam

Wanita di tepi pantai
Ilustrasi
Aku selalu menyukai laut, karena laut tidak pernah memaksa sesuatu untuk tinggal. Ombak datang lalu pergi, langit berubah warna, kapal-kapal menghilang ke kejauhan, dan laut tetap diam seolah sudah terbiasa dengan kehilangan. Mungkin itu sebabnya aku merasa dekat dengannya, sebab ada banyak hal di dalam diriku yang juga pergi perlahan tanpa sempat bisa kutahan.

Pernah ada seseorang yang hadir seperti tenangnya laut di sore hari, membuat semua gaduh di kepalaku mendadak terasa reda. Aku sempat percaya bahwa kali ini semesta sedang berbaik hati, bahwa untuk sekali saja aku tidak akan ditinggalkan. Namun manusia ternyata seperti arus di tengah lautan, datang membawa rasa nyaman, lalu menghilang perlahan seperti perahu kecil yang terseret jauh ke tengah, semakin samar, hingga akhirnya tak lagi terlihat.

Kini, debur ombak bukan lagi nyanyian, melainkan cara laut menggarami luka yang belum pulih. Aku baru sadar, tidak semua yang nyaman bisa disebut rumah. Ada yang datang hanya untuk meminjam peluk, lalu pergi meninggalkan jejak yang begitu palung-begitu dalam, hingga waktu pun menyerah untuk menyeretnya kembali ke daratan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *