
Models Jurnalisme, 19 Juli 2026 – Kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) hari kelima SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) menghadirkan materi “Hizbul Wathan Membentuk Mental Gen Z” yang berlangsung di Ballroom ED Hotel SMK Models, Jumat (17/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 16.00–17.00 WIB ini diikuti oleh seluruh calon siswa-siswi SMK Models.
Materi disampaikan oleh Dadang Kurniawan, selaku Pembina Hizbul Wathan (HW) SMK Models. Dalam penyampaiannya, beliau mengenalkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan sebagai organisasi kepanduan milik Muhammadiyah yang telah berdiri sejak tahun 1918 oleh K.H. Ahmad Dahlan dan resmi menggunakan nama Hizbul Wathan pada tahun 1920, yang memiliki arti “Cinta Tanah Air.”
Peserta juga dikenalkan dengan berbagai istilah dalam kepanduan HW, seperti Ramanda untuk pembina laki-laki, Ibunda untuk pembina perempuan, Rakanda dan Ayunda untuk kakak pembina, serta Ananda dan Adinda sebagai sebutan bagi anggota didik. Selain itu, dijelaskan pula struktur organisasi Hizbul Wathan mulai dari Qobilah, Kuarcap, Kuarda, Kuarwil, hingga Kuarpus.
Dalam materi tersebut, Dadang Kurniawan menjelaskan bahwa Hizbul Wathan merupakan ekstrakurikuler wajib di Sekolah Muhammadiyah yang berperan dalam membentuk karakter peserta didik melalui nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, akhlak mulia, serta keterampilan hidup.
Pemateri juga menjelaskan jenjang keanggotaan Hizbul Wathan. Untuk tingkat SMA/SMK berada pada jenjang Penghela, yang diawali dengan kegiatan Penerimaan Tamu Penghela (PTP). Kegiatan ini menjadi proses awal bagi calon anggota untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai, aturan, serta kehidupan dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan sebelum resmi menjadi Penghela.
Dalam sesi wawancara, Dadang Kurniawan menyampaikan bahwa tujuan utama pemberian materi ini adalah mengenalkan Hizbul Wathan kepada peserta didik baru agar mereka memahami organisasi kepanduan Muhammadiyah and tertarik untuk bergabung.

“Tujuan saya memberikan materi ini adalah mengenalkan Pandu Hizbul Wathan kepada siswa baru agar mereka mengetahui apa itu Hizbul Wathan dan tertarik untuk bergabung. Nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah kedisiplinan dan akhlak yang baik karena Hizbul Wathan mengamalkan nilai-nilai agama,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan terbesar generasi saat ini adalah perkembangan media sosial, game online, dan teknologi digital yang semakin pesat. Oleh karena itu, Hizbul Wathan berupaya menghadirkan metode pembelajaran yang menarik melalui permainan dan aktivitas kepanduan sehingga generasi muda tetap antusias mengikuti setiap kegiatan.
Dadang Kurniawan juga menegaskan bahwa Hizbul Wathan sangat penting dikenalkan kepada peserta didik karena merupakan ekstrakurikuler wajib di sekolah Muhammadiyah sekaligus wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan.
Melalui materi “Hizbul Wathan Membentuk Mental Gen Z”, diharapkan seluruh calon siswa-siswi SMK Models dapat memahami pentingnya kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat cinta tanah air sebagai bekal untuk menjadi generasi yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
PLT Pimred: Pundi
Reporter: Essly, Dista
Editor: Hilda
Fotografer: Revaldo
Layouter:





Leave a Reply