
Models Jurnalisme, 8 Juli 2026– Rangkaian kegiatan In-House Training (IHT) tahun pelajaran 2026/2027 di SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi, Jawa Timur resmi bergulir pada Rabu (8/7/2026). Memasuki hari pertama, atmosfer produktif menyelimuti Ballroom Ed Hotel SMK Models tempat diselenggarakannya pelatihan internal ini. Seluruh dewan guru tampak antusias mengikuti agenda tahunan yang berfokus pada peningkatan mutu kompetensi pedagogik serta kapabilitas mengajar tersebut.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Imron Rosyadi, S.T. Dalam sambutannya, pihak Cabdin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen SMK Models atas keberhasilannya mengelola sekolah hingga mendapatkan kepercayaan luar biasa dari masyarakat, yang ditandai dengan meroketnya jumlah siswa hingga mencapai 1.520 anak di tahun ajaran baru ini.
Tahun ini, manajemen SMK Models mengusung tema besar yang sarat akan semangat perubahan pada backdrop utamanya, yaitu “Innovate, Inspire, Impact”. Tema ini sengaja dipilih sebagai representasi arah pergerakan sekolah ke depan, di mana para tenaga pendidik didorong untuk terus melahirkan inovasi mengajar (Innovate), menjadi teladan yang menginspirasi (Inspire), serta mampu memberikan dampak nyata (Impact) bagi kemajuan dunia pendidikan vokasi.
Setelah prosesi pembukaan resmi oleh pihak Cabdin usai, agenda langsung dilanjutkan dengan sesi inti hari pertama yang dikawal langsung oleh Pengawas SMK Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Bambang Sulistio, S.St.Pi, M.M. Kehadiran pengawas sekolah sebagai pemateri utama ini menjadi bukti nyata keseriusan institusi dalam menjaga kelayakan mutu serta menyelaraskan proses administrasi mengajar guru.

Di hadapan puluhan guru yang hadir, Bambang Sulistio mengupas tuntas dan secara mendalam mengenai strategi penyusunan perangkat pembelajaran yang adaptif dan terstruktur. Ia menekankan bahwa perangkat pembelajaran bukan sekadar tumpukan dokumen administrasi pelengkap tugas formalitas guru, melainkan sebuah peta jalan (roadmap) bagi pendidik untuk melahirkan proses pembelajaran di kelas yang hidup.
“Guru SMK Models harus terus bergerak dinamis. Dengan jumlah siswa yang masif dan terus melonjak, metode pengajaran kita tidak boleh monoton. Hari pertama IHT ini adalah momentum penting bagi kita untuk menyatukan frekuensi demi menyusun perangkat pembelajaran yang inovatif, sehingga kualitas kelulusan SMK Models semakin berdaya saing tinggi di dunia kerja,” ungkap Bambang Sulistio dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, dalam bimbingannya ia memaparkan pentingnya menyelaraskan materi ajar dalam perangkat pembelajaran dengan perkembangan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Menurutnya, kurikulum SMK Models yang fleksibel menuntut guru terampil meramu materi teknis agar apa yang dipelajari siswa di sekolah benar-benar relevan dengan apa yang dibutuhkan oleh industri modern saat ini.
Kepala SMK Models, Rudy Agus Setiawan, S.T., yang turut mendampingi jalannya pelatihan dari awal hingga akhir, menyatakan dukungan penuh atas arahan dari Kasi Cabdin maupun materi pendalaman dari pengawas sekolah. Rudy berharap pembekalan intensif ini dapat langsung meningkatkan kapabilitas guru dalam menyambut tahun ajaran baru, sehingga efektivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan optimal sejak hari pertama sekolah dimulai.

Sesi hari pertama ini kemudian ditutup dengan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Focus Group Discussion (FGD). Para guru terabgi menjadi guru produktif dan adaptif normatif mempraktikkan penyusunan perangkat pembelajaran di bawah bimbingan langsung dari pengawas. Jalannya diskusi interaktif sekaligus menandai suksesnya awal rangkaian IHT hari pertama di SMK Models.





Leave a Reply