
Di ufuk mentari yang menyapa,membawa hangat,mengusir gulita. Langkah kaki menyusuri setapak sunyi, kejarlah mimpi yang tertanam di hati.
Waktu bergulir bagaikan air yang mengalir,
kadang tenang,kadang berdesir.
Namun tekad yang takkan pernah pudar,
Meski rintangan datang bertubi-tubi menyentuh.
Teruslah melangkah,jangan berhenti,karena harapan adalah pelita abadi.
Dalam diam , doa-doa melangit, menjemput bahagia yang takkan tergantikan.




Leave a Reply