Jurnalis SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

Inovatif & Informatif

Jelang PKL, Murid Kelas XI SMK Models Dibekali Mental dan Disiplin lewat Bintalsik

,
Murid kelas XI SMK Models dan pelatih
Kegiatan Bintalsik yang dilaksanakan oleh murid kelas XI

Models Jurnalisme, 12 Mei 2026 — SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) memperkuat kesiapan mental para muridnya melalui program Bina Mental dan Fisik (Bintalsik). Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Tegalagung, Siliragung, pada Selasa, 12 Mei 2026, mulai pukul 07.00 sampai 11.00 WIB. Program tersebut merupakan langkah strategis sekolah untuk membekali mental murid kelas XI SMK Models agar benar-benar tangguh sebelum diterjunkan ke dunia industri melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Pihak sekolah menggandeng instruktur dari Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir 7 Lampon untuk memimpin pelatihan tersebut. Wakil Waka Kesiswaan SMK Models, Ali Mahfud S.Pd.I, menjelaskan bahwa Bintalsik diwajibkan sebagai syarat atau bekal utama agar mental murid tertata dan stabil sebelum menghadapi lingkungan kerja yang jauh berbeda dari sekolah. “Kami meminta bantuan dari Marinir Puslatpur Lampon agar mereka siap secara mental dan kompetensi, sehingga ketika nanti ditempatkan di mana pun, baik di kota maupun pelosok, mereka sudah siap,” jelas Bapak Ali.

Dalam wawancara tersebut, Kapten Sigit Wirotomo menekankan bahwa ketakwaan adalah dasar utama dari karakter murid yang akan bekerja. Beliau berpesan agar murid selalu taat beribadah dan patuh kepada orang tua karena hal itu dipercaya akan melancarkan jalan menuju kesuksesan di dunia kerja. “Landasan utama itu ketakwaan. Jika kalian taat kepada Tuhan dan patuh kepada orang tua, insyaallah segala urusan di dunia kerja nanti akan dimudahkan,” tutur Kapten.

Selain aspek spiritual, poin kedisiplinan dan tanggung jawab waktu ditekankan secara mendalam. Murid diajarkan untuk memiliki etika, adab, dan sopan santun dalam berkomunikasi, terutama saat berhadapan dengan atasan di perusahaan atau industri. Kapten Sigit Wirotomo menyebutkan bahwa loyalitas dan tata krama adalah hal penting yang akan dinilai oleh pihak industri selama murid melaksanakan praktik.

Bapak Ali menambahkan bahwa kendala mental utama yang sering ditemui adalah ketidaksiapan murid saat harus mandiri di lingkungan baru, terutama bagi mereka yang mendapatkan lokasi PKL di luar daerah seperti di Kalimantan. Melalui Bintalsik, sekolah berupaya melatih kemandirian murid agar mereka tetap fokus bekerja dan tidak merasa goyah meskipun harus berada jauh dari rumah dalam waktu yang lama.

siswa kelas XI SMK Models pada saat pelaksanaan bintalsik
kegiatan yang dilakukan saat bintalsik

Pengalaman menunjukkan banyak murid yang mengalami tekanan mental atau “kena mental” saat menerima teguran keras di tempat kerja. Bapak Ali Mahfud mengungkapkan bahwa tekanan dari atasan sering membuat murid langsung ingin berhenti. “Biasanya, kalau dibentak sedikit saja oleh atasan, mereka langsung menelepon orang tua karena tidak betah. Bintalsik hadir sebagai solusi agar mereka memiliki ketangguhan psikis dan tidak pulang dengan cuma-cuma sebelum tugas selesai,” ungkap beliau.

Latihan fisik dan mental yang diberikan oleh personel Marinir bertujuan membangun jiwa korsa dan kemandirian. Murid kelas XI dipersiapkan agar tetap bertahan meskipun lokasi kerja mereka berada jauh dari pemukiman atau keramaian. Hal ini sangat penting agar mereka tidak menyerah di tengah jalan dan mampu menyelesaikan seluruh rangkaian masa PKL yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Kapten Sigit Wirotomo juga mengingatkan bahwa saat PKL nanti, pengawasan langsung dari guru sudah tidak melekat setiap saat. Oleh karena itu, prinsip disiplin yang diajarkan dalam Bintalsik harus menjadi pegangan pribadi setiap murid. Harapannya, tidak ada lagi fenomena murid yang merengek ingin pulang atau mak-makan hanya karena alasan rindu rumah atau tidak kerasan di tempat praktik.

Pihak sekolah optimistis bahwa bekal mental yang kuat akan membuat murid SMK Models lebih siap pakai di mata industri. Pendidikan karakter ini diharapkan menjadi modal penting bagi murid untuk menjaga integritas diri dan nama baik sekolah selama bertugas nanti. Kegiatan di Lapangan Tegalagung ini menandai komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang disiplin dan profesional sebelum benar-benar dilepas ke dunia kerja.

Pimred: Saskia
Reporter: Ajria & Karisa
Editor: Ananda
Fotografer: SMK Models
Layouter: Karisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *