Di hadapan laut yang gelap dan panjang, aku belajar tentang hati yang jarang tenang. Tentang ombak yang terus datang menghantam, meski berkali-kali pecah dan tenggelam.
Angin membawa dingin sampai ke dada, seolah laut tahu apa yang tak bisa diucap kata. Langit menggantung abu di atas kepala, dan dunia terasa sunyi tanpa suara.
Namun laut tak pernah berhenti bergerak, meski badai membuat arahnya retak. Ia tetap luas, tetap bertahan, menyimpan luka jauh di kedalaman.
Mungkin manusia juga seperti itu, terlihat kuat di antara ombak yang sendu. Padahal di dalam dirinya sendiri, ada gelisah yang tak pernah benar-benar pergi.
Leave a Reply