
Models Jurnalisme, 22 September 2026 – Muhamad Riski Yulleo Altaf, siswa kelas XII Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) B SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models), Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil meraih Juara Harapan I dalam ajang Lomba Vlog Puisi Kepahlawanan Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan. Kompetisi tingkat nasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, ini mewajibkan para peserta mengunggah karya videonya sebelum tenggat batas pengiriman pada Senin, 31 Agustus 2026. Melalui karya vlog puisi bertajuk “Setelah Merah Putih”, Leo sukses mencuri perhatian dewan juri di tengah persaingan yang ketat.
Proses produksi vlog puisi bertempat di dua lokasi. Pengambilan video pertama dilakukan di area persawahan sebagai gambaran sederhana dari Indonesia, tempat masyarakat bekerja dan bertahan hidup. Sementara itu, lokasi kedua mengambil latar tempat gelap di gedung belakang sekolah dengan konsep penyaluran api obor yang melambangkan semangat perjuangan para pendahulu kepada generasi penerus.
Keberhasilan karya ini tidak terlepas dari peran tim di balik layar, yaitu Achiko Dava Ramadhani yang membantu proses pengambilan gambar di sawah dan penataan tempat. Penyuntingan video dibantu oleh Dion Puji Ramdani dan Riko Adi Prasetyo yang membantu pengambilan video, serta Dian Lega Giat Jatmiko yang turut bertindak sebagai editor video.
Meski berhasil menyabet penghargaan, proses persiapan dilakukan di tengah keterbatasan waktu karena bertabrakan dengan agenda kegiatan eksposisi sekolah. Leo merancang keseluruhan konsep dari awal hingga akhir hanya dalam waktu satu malam, sebelum akhirnya memanfaatkan masa perpanjangan pengumpulan video untuk melakukan pengambilan gambar setelah agenda eksposisi selesai.

“Saya memilih judul Setelah Merah Putih karena saya ingin mengajak audiens bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang akan kita lakukan setelah kemerdekaan. Perjuangan kita saat ini bukan lagi mengusir penjajah,” ujar Leo.
Ia juga menambahkan pesan mendalam yang melandasi pemikiran di balik karyanya tersebut.
“Seperti yang dikatakan oleh Ir. Soekarno, Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. Hal itulah yang ingin saya sampaikan dalam vlog puisi ini,” ungkapnya.
Prestasi yang diraih Leo menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan waktu serta padatnya aktivitas sekolah bukan menjadi penghalang baginya. Justru untuk memberi semangat terus berkarya, berinovasi, dan mengukir prestasi di tingkat nasional.
Pimred : Hilda
Reporter : Ajria, Dirly
Editor : Chelsy
Fotografer : Leo
Layout : Pundi





Leave a Reply