
Models Jurnalisme, 31 Mei 2026 — Gema takbir yang bertalu-talu di halaman baru SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) pada Kamis, 28 Mei 2026, membawa narasi yang berbeda dari perayaan pada umumnya. Di balik keriuhan ibadah qurban, ada sebuah laku hidup yang sedang disemai secara senyap, yakni memuliakan hari raya dengan meminimalkan jejak sampah. SMK Models memilih berpaling dari kepraktisan semu kantong plastik demi menghidupkan kembali esensi keselarasan alam melalui gerakan Eco Bhinneka.
Sejak pagi hari, seluruh guru dan staff karyawan melebur menjadi panitia yang bahu-membahu mengurus pemotongan hewan kurban hingga pemorsian daging. Langkah mereka bergerak selaras, didorong oleh sebuah komitmen besar untuk memotong rantai ketergantungan pada plastik sekali pakai yang kerap mengotori lingkungan pasca perayaan Iduladha.
Ketika memasuki tahap penimbangan dan pembagian porsi, tidak tampak gulungan kantong kresek hitam atau merah yang biasanya mendominasi. Sebagai gantinya, lembaran daun jati berukuran lebar digelar rapi memenuhi lantai beton bangunan yang belum sepenuhnya usai itu.
Keputusan menggunakan daun jati ini lahir dari pertimbangan fungsional yang matang. Daun jati tidak hanya ramah bagi ekosistem karena mudah terurai kembali menjadi tanah, tetapi juga memiliki kandungan antibakteri alami yang mampu menjaga kesegaran daging tetap prima selama proses distribusi.
Setiap porsi daging yang selesai ditakar kemudian ditata dengan apik di atas daun tersebut, ditempatkan ke dalam wadah baskom plastik tebal. Wadah ini sengaja dipilih karena sifatnya yang kokoh dan bisa digunakan berulang kali, memastikan tidak ada material plastik tipis yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Gerakan peduli lingkungan ini tidak berdiri sendiri di atas pundak para guru. Jauh sebelum hari penyembelihan tiba, para siswa dan siswi SMK Models telah mengambil peran nyata. Melalui iuran mandiri sebesar Rp 25.000 per anak, mereka merajut kebersamaan dan mengumpulkan dana kolektif untuk menyokong kelancaran hari raya.
Urun rembuk ini menjadi bukti bahwa kesadaran sosial dan kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh subur dari kerelaan generasi muda. Mereka tidak sekadar menjadi penonton, melainkan bagian dari penggerak perubahan.
Kehangatan perayaan semakin kental saat seluruh prosesi penyaluran daging untuk masyarakat dan panitia telah rampung diselesaikan. Di sudut pelataran yang teduh, para guru meluangkan waktu untuk menyiapkan hidangan siang bersama. Mereka duduk melingkar, menikmati makan siang sederhana sebagai penawar lelah setelah seharian berjibaku dengan aktivitas qurban.
Kedisiplinan dalam menjaga bumi ternyata dirawat hingga helatan benar-benar bubar. Selesai menyantap hidangan, tidak ada piring atau gelas kotor yang dibiarkan menumpuk atau menjadi sampah visual. Setiap anggota panitia berjalan menuju sumber air untuk membasuh dan mencuci peralatan makan mereka masing-masing.
Helatan Iduladha 1447 H di SMK Models tahun ini menegaskan sebuah pesan abadi bahwa merawat ketaatan spiritual sejatinya bisa berjalan beriringan dengan merawat tempat kita berpijak.
Pimred: Saskia
Reporter: Saskia
Editor: Ananda
Fotografer: SMK Models
Layouter: Karisa





Leave a Reply