
Models Jurnalisme – 16 Juni 2026. Pendidikan vokasi tidak seharusnya berakhir saat siswa menerima ijazah. Semangat itulah yang tampaknya menjadi ruh lahirnya Models Academy Batch 1, program pengembangan kompetensi yang resmi diluncurkan SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models), Senin (15/6/2026).
Bertempat di basement Laboratorium Bengkel Teknik Alat Berat, peluncuran program tersebut menjadi bagian dari Apel Akbar yang dihadiri ratusan siswa, guru, dan tamu undangan. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Imron Rosyadi, S.T.
Di hadapan peserta apel, Imron Rosyadi, S.T. mengaku terkesan dengan langkah yang dilakukan SMK Models. Menurutnya, selama lebih dari dua dekade mengabdi di dunia pendidikan vokasi, baru kali ini ia menemukan sekolah yang tetap memberikan perhatian kepada alumninya setelah lulus.
“Saya mengabdikan diri di dunia SMK sudah 23 tahun. Baru kali ini saya melihat SMK yang sangat proaktif dalam rangka bagaimana tanggung jawab kita sebagai pendidik untuk menumbuhkembangkan kompetensi alumninya,” ungkap Imron Rosyadi, S.T.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, banyak lulusan SMK yang membutuhkan keterampilan tambahan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri. Sayangnya, tidak semua alumni memiliki akses untuk memperoleh kompetensi baru setelah menyelesaikan pendidikan formalnya.
Melihat kebutuhan tersebut, SMK Models menghadirkan Models Academy sebagai wadah pembelajaran lanjutan bagi para alumni lintas jurusan.
Kepala SMK Models, Rudy Agus Setiawan, S.T., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada alumni memperoleh kompetensi baru yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Menurutnya, tidak sedikit lulusan yang baru menemukan minat atau kebutuhan kompetensi tertentu setelah terjun ke dunia kerja. Karena itu, sekolah merasa perlu menghadirkan ruang belajar yang mampu menjawab kebutuhan tersebut.

Lebih jauh, Models Academy tidak hanya diarahkan untuk mempersiapkan alumni memasuki dunia kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha muda yang memiliki kompetensi beragam. Kami berharap kombinasi kompetensi yang dimiliki alumni dengan kompetensi baru yang diperoleh melalui program ini dapat membantu mereka mempersiapkan diri, baik untuk melamar pekerjaan maupun membangun usaha sesuai bidang yang mereka minati.
Bagi Imron Rosyadi, S.T., langkah yang dilakukan SMK Models menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi harus terus bergerak mengikuti kebutuhan zaman. Ia menilai sekolah tidak hanya bertugas mencetak lulusan, tetapi juga memastikan mereka memiliki kesempatan untuk terus berkembang.
Dalam sambutannya, Imron Rosyadi, S.T. juga menekankan pentingnya sertifikasi sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang dimiliki seseorang.
“Di samping kita memiliki skill dan kompetensi, kita wajib memiliki pengakuan yang sah terhadap kompetensi tersebut. Ke depan semua kompetensi harus bersertifikasi,” tegasnya.
Baginya, kemampuan tanpa pengakuan resmi akan semakin sulit bersaing di tengah kebutuhan industri yang semakin menuntut standar kompetensi yang jelas.
Peluncuran Models Academy Batch 1 menjadi penanda bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kelas. Dari sebuah sekolah di Selatan Banyuwangi, lahir sebuah gagasan yang menjembatani alumni dengan peluang masa depan yang lebih luas.
Ketika banyak lembaga pendidikan fokus pada siswa yang masih belajar, SMK Models memilih melangkah lebih jauh, tetap hadir mendampingi alumninya agar terus tumbuh, berkembang, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha.
Penulis : Arista
Reporter : Labena
Fotografer : Karisa
Editor: Ajria





Leave a Reply