
Di bawah cahaya senja yang tak pernah usai,
dua belas bayang berdiri menantang takdir.
Darah emas mengalir dalam nadi mereka,
membawa janji yang lebih berat dari langit.
Mereka adalah pewaris Chrysos,
anak-anak harapan di dunia yang retak.
Meniti jalan api yang dipenuhi kehilangan,
mengejar nyala yang hampir padam.
Satu demi satu melangkah ke depan,
menghadapi para Titan yang telah gila.
Bukan demi kejayaan atau nama abadi,
melainkan agar fajar masih dapat terbit esok hari.
Di antara puing dan doa yang terlupakan,
mereka mengukir legenda dengan pengorbanan.
Sahabat gugur, mimpi memudar,
namun langkah mereka tak pernah berhenti.
Dan di pusat cahaya itu,
terukir kisah yang tak akan dilupakan waktu.
Tentang mereka yang memilih terluka,
agar dunia dapat terus bernapas.
Wahai para Pewaris Chrysos,
jika sejarah suatu hari melupakan nama kalian,
maka bintang-bintang Amphoreus akan tetap bernyanyi
bahwa pernah ada pahlawan berdarah emas,
yang menantang akhir dunia
demi secercah harapan yang abadi.





Leave a Reply