
Models Jurnalisme, 18 September 2026– Mengusung pesan “tidak semua suara dapat didengar, sebagian harus ditemukan, dilihat, lalu diceritakan,” SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models), Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar kegiatan Suara Bumi dalam Lensa pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 08.00–10.00 WIB. Acara ini bersinergi dengan jurnalis muda lintas iman yang tergabung dalam ekstrakurikuler Models Jurnalisme. Mereka mengasah kepedulian lingkungan melalui literasi visual dan fotografi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari semarak Musywil ke-13 Nasyiatul Aisyiyah melalui gerakan Gema Literasi. Dalam acara ini, seluruh peserta diajak menerapkan aksi ramah lingkungan secara langsung dengan membawa tumbler pribadi.
Hadir sebagai pemateri, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur sekaligus Focalpoint SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi, Zahrotul Janah, S.Kom., M.M., Ia menjelaskan bahwa kepedulian lingkungan tidak sebatas menanam pohon atau membersihkan sungai, tetapi juga menyampaikan persoalan seperti elnino hingga sampah plastik melalui karya berita.
“Bumi memiliki banyak keanekaragaman hayati, tetapi tidak dapat berbicara menggunakan bahasa manusia. Di sinilah jurnalis muda berperan menyuarakan kondisi tersebut,” jelasnya.
Ia mencontohkan, lewat pengamatan di sekolah, peserta bisa mengetahui fakta unik tanaman, seperti kandungan vitamin C pada cabai yang ternyata lebih tinggi dibanding jeruk.
Sementara itu, Founder Models Jurnalisme, Cici Arista Devi, S.Pd., menyampaikan bahwa Gen Z merupakan poros penggerak perubahan yang cepat dalam menyebarkan informasi. Mengutip pesan Bung Karno tentang peran pemuda, ia menekankan pentingnya ekoliterasi untuk mencegah loss biodiversity atau kehilangan keanekaragaman hayati.
“Dokumentasi foto dan tulisan hari ini akan menjadi legasi atau catatan bagi generasi mendatang mengenai keanekaragaman hayati yang pernah ada,” ungkapnya.

Kegiatan dikemas dengan konsep Merdeka Belajar dan Project-Based Learning, peserta dibebaskan mengeksplorasi tanaman di lingkungan sekolah dengan narasumber sebagai fasilitator. Mereka mengeksplorasi langsung dengan mencatat setiap tanaman yang tidak mereka ketahui dengan struktur teks Laporan Hasil Pengamatan (LHO) yang disusun menggunakan bahasa ala gen z. Kegiatan ditutup dengan penanaman loofah dan markisa.
Riko Adi Prasetyo, salah satu anggota Models Jurnalisme mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena aksi lingkungan kecil yang ia lakukan dapat mengedukasi orang lain.
Melalui kegiatan ini, jurnalis muda SMK Models diharapkan tidak hanya berhenti pada pembuatan karya foto dan tulisan, tetapi juga mampu memantik kesadaran serta menginspirasi generasi muda di sekolah-sekolah lain untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan ke depannya.
PLT Pimred: Pundi
Reporter: Adit, Dika
Editor: Feni
Fotografer: Riko
Layouter: Adit





Leave a Reply