
Models Jurnalisme, 19 Agustus 2026 — Siswa SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi, Jawa Timur, dalam bidang Teknologi Informasi (TI) mengikuti kegiatan pembelajaran di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 13.30–14.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa jurusan TKJ dan RPL, dengan masing-masing jurusan berjumlah 16 siswa. Kegiatan menghadirkan dua materi, yaitu “Jago Foto dengan AI” dan Mini Craft Class: Dari Kawat Bulu Menjadi Fashion Item”. Pelatihan ini bertujuan untuk menambah wawasan, keterampilan, dan kreativitas siswa dalam memanfaatkan teknologi serta mengembangkan karya yang memiliki nilai guna.
Pada materi “Jago Foto dengan AI”, siswa diperkenalkan dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk menghasilkan foto produk yang lebih menarik dan profesional. Siswa belajar membuat prompt sesuai dengan kebutuhan produk, seperti menentukan konsep, target pasar, pencahayaan, latar belakang, dan rasio gambar. Pemateri juga menjelaskan bahwa AI dapat membantu masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dalam membuat foto produk dengan biaya yang lebih terjangkau.
Monika Dewi, S.Pd., selaku instruktur Workshop TIK, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membantu masyarakat yang belum memiliki kemampuan fotografi profesional agar dapat menghasilkan foto produk yang lebih menarik.
“Kita membuat kelas singkat supaya teman-teman itu bisa jago membuat foto produk, supaya lebih profesional,” jelasnya.
Monika Dewi, S.Pd., juga menekankan pentingnya membuat prompt yang sesuai dengan tujuan dalam mengedit produk.
“Nge-prompt sesuai dengan kebutuhan, misalnya fotonya ingin dibuat apa, pasarannya ke mana, targetnya apa,” ujarnya.
Selain belajar foto produk berbasis AI, siswa juga mengikuti Mini Craft Class: Dari Kawat Bulu Menjadi Fashion Item. Pada materi ini, siswa diperkenalkan dengan dunia fashion dan keterampilan membuat aksesori sederhana yang dapat digunakan sebagai pelengkap penampilan.

Dalam praktiknya, siswa menggunakan beberapa alat dan bahan, seperti lem tembak, gunting, bando polos, kawat bulu berwarna merah dan putih, serta manik-manik. Proses pembuatan dimulai dengan melilitkan kawat bulu pada bando polos. Setelah itu, kawat dibentuk sesuai desain yang diinginkan, seperti bentuk telinga atau hiasan lainnya. Bagian tersebut kemudian ditempelkan satu per satu menggunakan lem tembak dan disusun dengan rapi, sebelum ditambahkan manik-manik sebagai hiasan.
Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada siswa untuk memadukan teknologi, kreativitas, dan keterampilan praktis. Melalui pemanfaatan AI, siswa dapat mengenal teknologi yang dapat mendukung pembuatan dan pemasaran produk, sementara melalui mini craft class, siswa dapat mengembangkan kreativitas dari bahan sederhana menjadi fashion item yang menarik.
Pelatihan di BPVP Banyuwangi diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa SMK Models untuk mengikuti perkembangan teknologi digital sekaligus menghasilkan karya yang memiliki nilai guna dan nilai jual.





Leave a Reply