Jurnalis SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

SMK Models Dorong Peserta LDKI 2026 Bangun Branding Organisasi yang Positif

,
Zahrotul Janah, S.Kom., M.M., Menyampaikan Materi ke peserta LDKI
Zahrotul Janah, S.Kom., M.M., Menyampaikan Materi ke peserta LDKI

Models Jurnalisme, 18 September 2026 – SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models), Banyuwangi, Jawa Timur, melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan Islam (LDKI) tahun pelajaran 2026/2027 yang bertajuk Pemimpin Muda yang Inklusif dan Transformatif dengan mengusung materi “Pentingnya Branding bagi Organisasi”. Materi tersebut disampaikan oleh Zahrotul Janah, S.Kom., M.M., berlangsung pada pukul 15.00–17.00 WIB di Ballroom Ed Hotel SMK ModelsRabu, 16 September 2026.

Materi disampaikan melalui pemaparan dan diskusi bersama peserta LDKI. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya branding dalam membangun citra dan identitas organisasi yang baik. SMK Models memberikan pembekalan kepada siswa-siswi mengenai kepemimpinan dan organisasi melalui kegiatan LDKI dengan menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya.

Menurut Zahrotul Janah, branding organisasi merupakan salah satu bagian krusial dalam sebuah organisasi. Karena hal tersebut mengandung pesan khusus mengenai bagaimana sebuah organisasi ingin dikenal dan berkembang ke depannya. Oleh karena itu, organisasi perlu memanfaatkan berbagai media untuk menunjukkan kegiatan positif yang telah dilakukan, juga bertujuan untuk membangun citra dan menarik minat masyarakat agar mengenal dan tertarik bergabung dengan organisasi tersebut.

“Sangat disayangkan jika peluang itu tidak digunakan oleh sebuah organisasi untuk membangun branding-nya. Gerakan-gerakan yang positif harus dilakukan secara konsisten agar branding mereka menjadi kuat,” ujar Zahrotul Janah.

Sebuah organisasi perlu memiliki ciri khas atau branding sebagai salah satu cara untuk membangun identitas dan meningkatkan daya kenal di masyarakat. Dalam penyampaian materi, Zahrotul Janah menunjukkan sebuah logo merek yang ditutupi nama atau tulisan mereknya.

berita peserta ldki bu zahro 99kb
Seluruh peserta LDKI

Meskipun nama merek tidak terlihat, siswa-siswi tetap dapat mengenali merek tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa branding yang kuat dapat membuat sebuah merek mudah dikenali oleh masyarakat. Pengenalan tersebut dapat terbentuk melalui berbagai elemen yang melekat pada identitas suatu merek, seperti logo, warna, maupun gaya visual.

Setelah membangun branding, sebuah organisasi juga perlu mempertahankannya agar tetap konsisten, dikenal, dan dipercaya oleh masyarakat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kualitas, komunikasi, serta identitas organisasi secara berkelanjutan. Mempertahankan branding yang telah dibangun, menjadi tantangan bagi organisasi.

“Dalam organisasi, branding merupakan hal yang seringkali pengelolaannya sering kali hanya terlimpahkan kepada satu-dua orang saja. Itu menjadi masukan bagi sekolah untuk mengembangkan keterampilan anggota organisasi yang dapat digunakan untuk mempertahankan branding organisasinya,” jelas Zahrotul Janah.

Dengan digelarnya LDKI ini, siswa-siswi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam memahami, membangun, serta mempertahankan branding sebuah organisasi agar dapat berkembang secara konsisten dan positif. Melalui pemahaman tersebut, setiap organisasi diharapkan mampu memiliki identitas yang jelas dan lebih dikenal di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

PLT Pimred: Pundi
Reporter: Shilvi, Dini
Editor: Chelsy
Fotografer: Shasie
Layouter: Pundi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *