Jurnalis SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

Inovatif & Informatif

Wiyata Mandala Jadi Fondasi Karakter, Fortasi SMK Models Tanamkan Budaya Tertib dan Disiplin

,
Penyampain Materi Oleh Waka  Kurikulum Suwono, S.Pd.,
Penyampain Materi Oleh Waka Kurikulum Suwono, S.Pd.,

Models Jurnalisme, 14 Juli 2026— Menanamkan budaya disiplin sejak hari pertama sekolah menjadi salah satu fokus SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi, Jawa Timur dalam kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) 2026. Bertempat di Ballroom Ed-Hotel SMK Models, Senin (13/7/2026), pukul 10.00–11.30 WIB, peserta didik baru memperoleh pembekalan mengenai Wiyata Mandala sebagai landasan membangun lingkungan sekolah yang tertib, aman, nyaman, dan bertanggung jawab.

Materi disampaikan oleh Suwono, S.Pd., selaku Waka Kurikulum SMK Models. Suwono mengajak peserta didik memahami bahwa Wiyata Mandala bukan sekadar kumpulan tata tertib sekolah, melainkan pedoman dalam menciptakan budaya belajar yang kondusif melalui kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh warga sekolah.

Dalam sesi wawancara, Suwono menjelaskan bahwa istilah Wiyata Mandala berasal dari dua kata, yaitu wiyata yang berarti pendidikan atau proses belajar dan mandala yang bermakna lingkungan atau kawasan yang memiliki aturan. Kedua makna tersebut menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan yang tertib dan berkarakter di lingkungan sekolah.

Menurutnya, penerapan Wiyata Mandala bertujuan membentuk peserta didik yang disiplin, tertib, serta memahami hak dan kewajibannya sebagai warga sekolah. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan mampu menjaga ketertiban dan menaati peraturan dengan kesadaran, bukan semata-mata karena pengawasan.

Keseriusan Siswa SMk Models Dalam Mengikuti Materi
Keseriusan Peserta Dalam Mengikuti Materi

Suwono juga menegaskan bahwa keberhasilan penerapan Wiyata Mandala tidak hanya bergantung pada aturan tertulis, tetapi juga pada keteladanan guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah. Budaya disiplin akan lebih mudah tumbuh apabila seluruh warga sekolah memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Peraturan harus disertai dengan contoh yang baik agar memberi dampak positif kepada siswa,” ujar Suwono.

Melalui pembekalan ini, SMK Models berharap peserta didik baru mampu memahami pentingnya menaati tata tertib sebagai bagian dari pembentukan karakter. Dengan menjadikan Wiyata Mandala sebagai pedoman dalam kehidupan sekolah, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan kondusif.

PLT Pimred: Pundi
Reporter: Ariesta, Ike
PLT Editor: Chelsy
Fotografer: Levine
Layout:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *